Aku ingat saat itu, aku adalah anak pindahan dari sebuah ponpes. Saat pertama kali masuk ke areal kampus Mts Al-Amiin aneh dan asing rasanya bagiku. Saat itu tengah upacara, dan aku bingung harus berdiri disebelah mana, sementara arah utara atau selatan pun aku tak mengerti. Lalu, aku hanya berdiri di sembarang posisi, entah itu posisi anak kelas VII atau bukan. Kemudian, aku bertemu dengan teman waktu SD dulu yang kebetulan bersekolah disitu. Ia menyarankan aku untuk masuk ke kelas VII C saja, dan akhirnya aku mengikuti usulan temanku itu. Tuhan... saat itu adalah saat sedih bagiku, karena aku tidak langsung mempunyai banyak teman. Bahkan, anak-anak terkesan menjauhiku. Mereka menganggapku anak yang sombong, entah dengan dasar apa mereka mencapku seperti itu. Kadang saat pulang sekolah, aku sering menangis karena sikap teman-temanku. Tapi, lama-kelamaan aku bisa beradaptasi dengan semuanya. Semua yang dulu terasa menyedihkan kini berubah semakin menyenangkan. Aku pun punya seorang sahabat, Mela namanya. Begitu banyak cerita yang kita lalui bersama, bersama dengan teman-teman sekelas lainnya. Saat itu teman-teman sekelasku adalah:

Abdurrahman, Abdullah, Dimas Wahyudi, Dodo Hidayat, Erniyah, Elin Rahayu, Habibi, Hasanudin Basri, Khosiin, Jamaludin, Lina Apriyana, Lina Karlina, Mela Serliana, Ani astuti Dewi, Muhamad Mukhtar, Omam Biyik, Ruhaniah Fadilah, Rustini, Siti Fatonah, Aripah, Warto, Muhamad Ibnu Aldea, dan masih banyak teman yang yang lainnya.

Setelah itu aku naik ke kelas VIII A. Disitu aku mesti beradaptasi dengan teman-teman baru. Dikelas VIII A aku merasa lebih hidup. Aku mulai aktif berorganisasi atas dorongan wali kelasku. Sehingga, aku ikut dalam beberapa organisasi seperti Pramuka, PMR, dan OSIS. Begitu capek dengan seabrek kegiatan, tapi sangat aku nikmati saat-saat itu. SAat pelantikan bersama teman-teman, saat melakukan heking, saat mengajar adik-adik kelas, saat melantik adik-adik kelas, saat latihan bersama teman-teman. Oh Tuhan... Begitu ku rindukan suasana itu kini. Taman-temanku saat dikelas VIII A adalah:

Ian Wiyanto, Fitria Anisa, Yuliatin, Uun Kurnaesih, Siti Fatonah, Aminah, Nur Ulil Hidayah, Sumarno, Sumarni, Yuliatin, Yulianto, Muadip, Ahmad Fauzy, Mela Serliana, Merlan Vaelani, Anis Monica, Sanuji, Lisa Isnaeni, Jumsiah, dan masih banyak teman-temanku yang lainnya.

Lalu, aku naik ke kelas IX A. Saat itu aku berpisah dengan sahabatku Mela. Jujur saat tau hal tersebut aku merasa sedih. Dan aku lihat saat itu raut wajah Mela pun seolah mengkhawatirkan aku. Mungkin dia takut aku sedih, karena dia tau sifatku yang manja. Tapi, aku berusaha untuk menutupi kesedihanku. Saat aku masuk kelas IX A itu adalah kelas tergokil untukku. Saat itu aku punya dua sahabat baru, Uun dan Arie. Saat-saat bersama mereka membuatku menjadi seorang yang paling bahagia di dunia. Saat bersama mereka aku jauh lebih tau akan banyak hal. Uun mengajariku tentang kerajinan dan ibadah, sedangkan Arie memberitahuku akan dunia luar. Aku bahagia! Itu yang bisa aku ungkapkan... Teman-teman sekelasku saat itu:

Arie Windy Darusman, Siti Marlina, Uun Kirnaesih, Rustini, Cicih Cahyati, Yuliatin, Jamiah, Aripah, Ani astuti Dewi, Warto, Casrini, Rokman, Dimas wahyudi, Wagimin, Saepudin, dan masih banyak yang lainnya.

Saat itu adalah saat-saat terindah bagiku. Guru-guruku saat itu adalah: Pak Hamid, Pak Sutrisno, Pak Nasikin, Pak Rosidi, Pak Parno, Ibu Atin, Ibu Susi, Ibu DEde, Ibu Dewi, dan banyak guru-guru tercinta lainnya.

Aku berharap, semua teman-teman, guru-guru dan semuanya dapat membaca blogku ini. Satu kata dariku untuk kalian semua, KALIAN ADALAH ORANG-ORANG TERBAIK UNTUKKU!

thanks....

 

 

0

0 comments:

Post a Comment