Atau justru kita sering merasa sebaliknya?? ketika waktu yang ada lebih banyak daripada sesuatu yang harus kita kerjakan sehingga bosan, bingung harus diisi apa dan akhirnya banyak melakukan hal yang tidak bermanfaat?? jika itu jawabannya..., silahkan kembali evaluasi diri kita masing-masing.., karena saya rasa.., idealnya setiap kita punya permasalahan yg sama dengan apa yg pernah saya rasakan.., apakah itu masalah?? bisa ya, bisa tidak !!
Di satu sisi…, banyak hal yang harus disyukuri.., karena dengan demikian waktu yang Allah berikan tidak sia-sia.., bisa memberikan manfaat untuk orang lain…, dan menambah pengalaman dan memberikan manfaat juga untuk saya pribadi.., semuanya akan terasa indah jika amanah-amanah dan kebutuhan tersebut tidak saling tumpang tindih dan bersifat linier dengan waktu yang tersedia…, tapi inilah kehidupan…, yang dalam perjalanannya Allah telah tetapkan skenario-skenario kehidupan agar hambaNya bisa lebih kuat lagi setelah lulus dari ujian yang Dia berikan…, apa yang kita hadapi tidak selalu sama dengan apa yang kita harapkan…,
Ingin rasanya membelah diri.., tapi itu tidak mungkin! Hidup adalah pilihan…, dan tidak semua yang kita harapkan bisa kita wujudkan!!
Bukan masalah ketika kita mampu merumuskan antara waktu dan kewajiban itu menjadi racikan yang sempurna dan menghasilkan energi positif untuk pribadi dan untuk umat.., sehingga tak salah.., waktu yang Allah berikan benar memiliki nilai kualitas yang tinggi di kehidupan kita....,
Menjadi masalah ketika kita gagal, atau sulit memanage semuanya.., dan dengan semangat yang rendah dalam upaya kita mengatasi semua itu.., mengakibatkan kewajiban-kewajiban tersebut tidak bisa kita kerjakan.., semakin banyak yang terabaikan.., tidak produktif dan mengakibatkan sosial kehilangan nilai manfaat dari diri kita dan dari apa yang seharusnya kita kerjakan.., dan fase ini tak jarang sering saya rasakan dan menjadi ujian untuk pribadi.., kincir angin saya tidak bisa menghalau angin yang coba merubuhkan....,
Namun bagaimanapun itu, selama kita berhusnudzan padaNya dan dengan upaya semaksimal mungkin yang telah kita kerjakan (bukan karena kelalaian kita..,) saya yakin semua akan menjadi indah pada waktunya..., tidak hanya ketika kita merasakan hasil..., tapi ketika kita menikmati prosesnya juga...,
Masalah membuat kita semakin dewasa.., dan semakin mengaktifkan 'sistem imun' tubuh & pikiran kita untuk menyikapi masalah lainnya.., sehingga pada akhirnya…, saya rasakan anginnya mulai mereda (atau mungkin sama saja.., bahkan bisa lebih besar..,) tapi yang saya yakini adalah bhwa kincir angin yang saya buat itu kini lebih kuat sehingga bisa mengubah angin tersebut menjadi kekuatan besar untuk jalanin kehidupan.., apalagi ketika saya sadar bahwa ternyata ada kincir angin lain yang juga menyuplai energi bagi saya untuk terus jalani semuanya...., ^^
Tidak sulit bagiNya memberi/mencabut. Jika Dia dengan mudah menghidupkan manusia, bukankah tidak sulit bagiNya mematikannya?? Jika dengan mudah Dia memilih manusia untuk memegang amanahNya, bukan kah tidak sulit bagiNya menolong??? Maka bersabarlah..., bersabarlah dalam upaya pencapaian keserasian waktu dan kewajiban ini....,
Tidak ada kekuatan yang sempurna tanpa kesabaran.., itu yang saya rasakan! Kesabaran adalah nafas yang menentukan lama tidaknya kekuatan bertahan dalam diri seseorang.....,
”...Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir...”
(Q.S. Al Anfal : 65)
(Q.S. Al Anfal : 65)
Kesabaran adalah daya tahan psikologis yg menentukan sejauh apa kita mampu membawa beban idealisme, dan sekuat apa kita mampu survive dalam menghadapi tekanan hidup.., dan saya yakin mereka yg memiliki sifat ini, pastilah berbakat jadi pemimpin besar.., seperti firman Allah berikut ini......,
”Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.” (Q.S. As-Sajdah : 24)
Demikianlah kemudian ayat-ayat kesabaran turun beruntun dalam Al Qur’an dan dijelaskan dengan detail beserta contoh aplikasinya oleh Rasulullah saw, sampai-sampai Allah menempatkan kesabaran dalam posisi yang paling terhormat ketika Ia mengatakan:
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu',” (Q.S Al-Baqarah ayat 45)
Rahasianya adalah karena kesabaran ibarat wanita yang melahirkan banyak sifat lainnya, seperti kesungguhan, kesinambungan dalam bekerja, dan yang sangat penting adalah ketenangan.
Akan tetapi, kesabaran itu pahit..., itulah yang juga saya rasakan.., dan saya fikir semua kita pun pasti beranggapan seperti itu. Bahkan suatu saat, Rasulullah saw pernah mengatakan kepada seorang wanita yang sedang menangisi kematian anaknya,
“ Sesungguhnya kesabaran itu hanya pada benturan pertama”
(HR. Bukhari dan Muslim)
(HR. Bukhari dan Muslim)
Jadi, pahitnya dari kesabaran itu hanya permulaannya. Sebab, kesabaran pada benturan pertama menciptakan kekebalan pada benturan selanjutnya. Kita harus sabar dalam segala hal, dan dengan kesabaran tertinggi tentunya, sebagaimana perkataan Ibnu Qayyim,
“Sampai akhirnya kesabaran itu sendiri yg gagal mengejar kesabaran nya..”
Akan banyak masalah mungkin yg timbul sebagai efek samping dari ketidaksinkronan antara pemenuhan kewajiban dan waktu yg tersedia ini.. Dan ketahuilah, bahwasanya setiap masalah yang tidak berorientasi pada amal.., maka itu adalah yang memberatkan diri..., oleh karena itu, apa yang sudah dan sedang saya hadapi saat ini, semoga kebaikan dan kekuatannya bukan untuk diri saya sendiri.., melainkan merupakan rangkaian amal yang menjadi jasa saya bagi kehidupan masyarakat manusia.
Karena nilai sosial setiap kita terletak pada apa yang kita berikan kepada masyarakat, atau pada kadar manfaat yang dirasakan masyarakat dari keseluruhan performance kepribadian kita. Maka, Rasulullah saw berkata:
“ Sebaik-baik manusia adalah manusia yg paling bermanfaat bagi manusia yg lain”
Biarlah itu menjadi alasan saya untuk hidup dan berfikir tidak hanya dalam lingkup diri saya sendiri, mencoba melampaui batas-batas kebutuhan psikologis & biologis untuk lebur dalam batas kebutuhan kolektif lingkungan sekitar.., teringat apa yg dikatakan Sayyid Quthb:
“orang yg hidup bagi dirinya sendiri akan hidup sebagai orang kerdil dan mati sebagai orang kerdil. Akan tetapi, orang yg hidup bagi orang lain akan hidup sebagai orang besar dan mati sebagai orang besar”
Kaidah tersebut saya rasa tidak saja berlaku bagi kehidupan individu, melainkan juga merupakan kaidah universal yang berlaku bagi komunitas manusia.
Seorang muslim sejatinya adalah sosok yang selalu siap berkontribusi pada setiap keadaan, melakukan perubahan dan memberi perbaikan pada hal apapun, karena keislaman yang dia miliki tidak sekedar mengantarkannya menjadi seorang yg shalih/shalihah secara pribadi, tetap juga seorang yang mushlih; PELAKU PERUBAHAN & PERBAIKAN.
Mungkin memang bukan dunia tempat kita istirahat...,
Semangat Mel !!! semangat juga saudara-saudaraku.., !!! karena kewajiban memang lebih banyak dari waktu yg tersedia...., butuh pengorbanan..., dan dalam makna inilah pengorbanan menemukan dirinya sebagai kata kunci kepahlawanan seseorang...,
0 comments:
Post a Comment