19 tahun yang lalu dipenghujung tahun seorang srikandi berjuang sendirian disebuah ruang persalinan.
Hari itu ia dihadapkan antara hidup dan kematian.
Namun ia tetap bertahan meski sakit, raganya meregang.
Demi satu nyawa didalam rahimnya, yang harus ia selamatkan.
Hingga akhirnya lahirlah seorang bayi merah yang berlumuran darah.
Disambutnya dengan pelukan cinta (dilupakannya sakit luar biasa yang baru saja ia rasa),
lalu perlahan dibisikkan di telinga bayi itu lantunan merdu adzan dari sang Ayah
Bayi itu mereka beri nama;
Melly Khoerunnisa
Jika ada kata yang lebih berharga dari ‘terimakasih’, maka itu untukmu Ummi. Terimakasih telah melahirkanku ke dunia ini. Terimakasih atas kasihmu yang telah mengantarku sampai saat ini.
Jika ada kata yang lebih dalam maknanya dari ‘terimakasih’, maka itu untukmu Abah. Terimakasih telah berkorban untuk kami. Aku percaya, disisi Allah peluhmu tiadalah pernah sia-sia. Aku percaya, tiap langkahmu dalam berusaha menghidupi kami pastilah berbalas surga.
Jika ada kata yang lebih agung dari ‘terimakasih’, maka itu untuk kalian berdua; Ummi, Abah.
Hanyalah Allah yang tahu pengorbanan kalian dari awal kami terlahir.
Hanyalah Allah yang tahu sudah berapa kali kami menyakiti kalian dari awal kami terlahir.
Hanyalah Allah yang tahu betapa dalam do’a kalian untuk kami disepertiga malam terakhir.
Karena hanya Allah jua-lah yang tahu
Betapa besar ganjaran yang pantas kalian terima di surga nanti, yang dibawahnya ada sungai-sungai mengalir.
Terimakasih Ummi, Abah
Yang telah membesarkanku sampai saat ini.
Lalu akhirnya syukur hamba dalam sembah sujud padamu Rabbi.
Atas segala karunia dan nikmat yang kau beri lewat dua malaikat bernama; Ummi dan Abah.
*Khoerunnisa di 19 tahun dalam dekapan dua malaikat duniawi
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment