Kajian 30 Maret di Masjid Al-Hasanah, YK.

KAUM MUDA, LANGKAHMU DI PERSIMPANGAN JALAN
Oleh: Ust. Abu Ismail Muslim Al-Atsary
(semoga bermanfaat)

"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan menasehati supaya menetapi kesabaran." (QS. Al 'Ashr: 1-3)

Di dalam surat yang mulia ini Allah bersumpah dengan masa, ini menunjukkan pentingnya masa. Sesungguhnya di dalam masa terdapat keajaiban-keajaiban. Di dalam masa terjadi kesenangan dan kesusahan, sehat dan sakit, kekayaan dan kemiskinan. Jika seseorang menyia-nyiakan umurnya, seratus tahun berbuat sia-sia, bahkan kemaksiatan belaka, kemudian dia bertaubat di akhir hayatnya, dengan taubat yang diterima, dia akan mendapatkan kebahagiaan sempurna sebagai balasannya, berada di dalam surga selama-lamanya. Maka dia mengetahui bahwa waktu hidupnya yang paling berharga adalah sedikit masa taubatnya itu. Sesungguhnya masa adalah anugerah Allah, tidak ada cela padanya, manusialah yang tercela ketika tidak memanfaatkannya.

#Masa Muda
Allah memuliakan dengan masa muda, Allah berfirman:
"Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan kamu sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan kamu sesudah kuat itu lemah kembali dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. (QS Ar-Rum 54)

Hafshah bintu Sirin -rohimallahu- berkata:
"Wahai para pemuda, hendaklah kamu memanfaatkan masa mudamu, sesungguhnya aku tidak melihat amalan (yang kuat) kecuali di masa muda".

Oleh karena itu, bersegeralah memanfaatkan fase masa muda sebelum meninggalkanmu, sehingga penyesalan tidak akan memberi manfaat kepadamu. Karena sesungguhnya nikmat umur muda akan ditanyakan oleh Allah.

"Tidak akan bergeser kaki manusia di hari kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya dalam apa ia gunakan, tentang masa mudanya dalam apa ia habiskan, tentang hartanya darimana ia peroleh dan dalam apa ia belanjakan, dan tentang apa yang ia amalkan dari yang ia ketahui (ilmu)." (HR. Tirmidzi)

#Kaum muda, langkahmu di persimpangan jalan
Syeikh Muhammad bin Saleh Al-'Uttsaimin -rohimahullah- berkata:
"Kalau kita meninjau dengan keadaan para pemuda, maka secara umum kita dapat mengklarifikasi para pemuda ke dalam 3 golongan: pemuda yang istiqomah, pemuda yang menyimpang, dan pemuda yang kebingungan/terombang-ambing (di persimpangan jalan) dia antara dua golongan tersebut di atas".

1. Pemuda yang istiqomah (baik akhlaknya)
Pemuda yang beriman kepada Allah dalam arti yang sebenarnya, dia menyakini agama islam, mencintai, merasa cukup dan bangga dengannya. mengamalkan islam merupakan target utamanya, dan lalai dari agama merupakan kerugian yang nyata baginya.

2. Pemuda yang menyimpang
Pemuda yang menyimpang akidahnya, buruk tingkah lakunya, tertipu dengan dirinya sendiri dan tenggelam dalam keburukan hawa nafsunya.

3. Pemuda yang kebingungan
Pemuda yang mengetahui dan meyakini kebenaran, akan tetapi pintu-pintu keburukan terbuka lebar yang membuatnya (terkurung) dalam pergolakan fikiran dan mental.

#Sebab penyimpangan para pemuda dan solusinya
1. Waktu luang
waktu luang bisa menjadi penyakit yang membinasakn pikiran, akal, dan potensi fisik manusia, karena diri manusia harus beraktifitas dan berbuat. Jika diri manusia tidak beraktifitas, maka pikirannya akan beku akalnya akan buntu, dan aktifitas dirinya akan lemah, sehingga hatinya akan dikuasai bisikan-bisikan pemikiran buruk, yang terkadang akan melahirkan keinginan-keinginan buruk.
solusi --> hendaknya seorang pemuda berupaya untuk mengisi waktu luangnya dengan kegiatan yang cocok dan bermanfat untuknya.

2. Kesenjangan hubungan dengan orang tua
solusi --> hendaknya masing-masing pihak menyakini bahwa sebuah masyarakat dengan para pemuda dan orang tua bagaikan tubuh yang satu, jika salah satu anggotanya rusak maka akan menyebabkan kerusakan semua anggota masyarakat lainnya.

3. Pergaulan yang rusak
solusi --> hendaknya seorang pemuda berusaha mencari teman bergaul orang-orang yang baik dan saleh serta berakal, agar dia bisa mengambil manfaat dari kebaikan, keshalehan dan akalnya.

4. Sumber bacaan yang buruk
solusi --> hendaknya seorang pemuda menjauhi sumber bacaan yang buruk dan beralih kepada sumber bacaan lain yang akan menumbuhkan dalam hatinya kecintaan kepada Allah dan RasulNya.

5. Anggapan bahwa Islam mengekang kebebasan
solusi --> menyingkap tabir yang menghalangi para pemuda dari memahami hakikat ajaran islam yang sebenarnya, melalui pengajaran dan nasehat yang baik dan bijaksana. Karena persangkaan itu timbul dari ketidakpahaman, atau salah persepsi dalam menilai ajaran Islam.
0

0 comments:

Post a Comment