5 tahun yang lalu...
14 April 2004...
Ia melihat seorang wanita tengah menangis. Dibawah pohon sakura ini. Terketuklah hati Yoshi untuk mengetahui apa yang terjadi.
"shitsurei shimasu." (permisi).
Menengadahlah wajah wanita itu. Dilihatnya wanita itu bukanlah orang Jepang.
"anatawa wa nihongo ga dekimasuka?" (anda bisa berbahasa Jepang?)
"dekiru...emmmh." (bisa...emmmh).
Terlihat wanita itu kebingungan. Lalu, ia memberikan isyarat dengan gerakan tangannya.
Yoshi pun mengerti apa yang ia maksud. Wanita itu hanya bisa sedikit berbahasa Jepang.
"hajimemashite, watashi wa Yoshi desu." (perkenalkan nama saya adalah Yoshi).
"watashi wa Shinta desu." (nama saya adalah Shinta).
Kemudian, Yoshi pun bertanya mengapa ia menangis. Wanita itu pun menceritakan semuanya dengan kosa kata Jepang yang belepotan. Namun, Yoshi pun mengerti maksudnya.
Shinta adalah mahasiswi pertukaran Universitas Gadjah Mada dengan Universitas Ibaraki. Ia baru sampai di Ibaraki kemarin. Hari ini, ia berniat jalan-jalan. Namun, di jalan ia kehilangan peta wilayah miliknya. Ia pun bingung. Bagaimana caranya ia kembali ke penginapan. Apalagi saat itu hujan tengah turun. Sehingga tak ada satu orang pun yang lalu lalang. Hanya ada satu dua orang, tapi mereka pun tengah terburu-buru, dan tak mungkin menjawab pertanyaannya. Lalu, ia memberikan nama penginapannya "sakura". Yoshi yang memang sering berlalu lalang mengelilingi kota ini jelas mengetahui penginapan tersebut. Lalu, Yoshi pun menawarkan diri untuk mengantarnya pulang.
Setelah sampai di penginapan, Yoshi pun pamit. Ia beralasan masih banyak pekerjaan yang menunggunya.
"gochiso sama deshita." (terima kasih banyak atas makanannya).
Yoshi pun tertawa, ia berfikir pasti wanita itu tak mengerti apa yang dikatakannya. Shinta pun heran. Namun, Yoshi pun memberikan senyuman ramahnya. Yoshi pun beranjak pergi.
"ki o tsukete kudasai." (hati-hati dijalan).
Yoshi pun melambaikan tangannya.
Suatu hari, Shinta tengah berjalan melewati danau Ibaraki, tempat dimana ia bertemu Yoshi. Ternyata, danau itu mempertemukan mereka kembali. Dibawah pohon sakura itu, mereka duduk bersama. Mereka pun mengobrol tentang banyak hal, tentang mereka.Sejak saat itu mereka pun mulai dekat. Mereka sering menghabiskan banyak waktu untuk berjalan-jalan. Yoshi serig mengajak Shinta menuju tempat-tempat pariwisata yang ada di kota Ibaraki. Seperti, taman Kairakuen, gunung Tsukuba, air terjun Fukoroda, pantai Oarai, akuarium Oarai. Yoshi pun pernah mengajak Shinta ke sebuah kuil. Kuil Tsukubu-san. Mereka pun berdo'a disana.
Seiring dengan berjalannya waktu, timbul suatu perasaan diantara mereka. Namun, mereka sama-sama malu mengungkapkan perasaannya masing-masimg. 2 tahun mereka menjalin persahabatan. Hingga cinta yang terpendampun hadir diantara mereka.Namun, kebersamaan itu tak kan bertahan lama dan bahkan mesti terpisahkan. Karena, masa pertukaran mahasiswa pun telah selesai. Shinta pun harus segera kembali ke Indonesia.
Tepat pada 14 April 2006
Dibawah pohon sakura itu...
Mereka berpisah...
Namun, sebelumnya Yoshi menyatakan cintanya. Shinta pun mengungkapkan perasaanya juga terhadap Yoshi. Shinta pun berjanji pada Yoshi, Ia akan kembali untuk menemuinya pada suatu musim semi tanggal ke-15 dibawah pohon sakura itu, suatu saat nanti.
Sebelum pergi, Yoshi pun mencium kening wanita cantik itu. Shinta pun hendak pergi ke Bandara.
"ki o tsukete kudasai." (hati-hati di jalan).
"hai, ki o tsukemasu." (ya, saya akan berhati-hati).
Setelah Shinta telah jauh, Yoshi pun berteriak.
"ai shuteru....." (aku mencintaimu......).
Shinta pun memberikan senyumannya.
Sejak saat itu, setiap tanggal 14 April Yoshi selalu menuju danau Ibaraki, dan menunggu Shinta dibawah pohon sakura dimana ia pertama dan terakhir kali bertemu dengannya. Seharian setip tahunnya ia duduk disana. Namun, ia tidak pernah menemukan Shinta kembali ke sana. Sungguh, tak pernah ada kabar dari Shinta semenjak hari perpisahan itu. Kini, telah tahun ketiga dari perpisahan itu. Namun, Shinta tak kunjung kembali. Sungguh, Yoshi tak bisa melupakan gadis bermata indah itu. Hingga ia tak bisa berpaling pada wanita manapun. Setiap senyumnya, tawanya masih teringat jelas dalam ingatannya.
Srek... srek...
Terdengar suara langkah dibelakangnya. Yoshi pun langsung membalikkan badannya. Ia sangat berharap itu Shinta. Tapi, dilihatnya wanita itu adalah seorang wanita bercadar. Namun, ketika mereka saling berhadapan, di tatapnya mata itu. Mata itu...mata itu milik Shinta.
"Shinta." Dipeluknya wanita itu...
Namun, wanita itu mengelak. Ia pun menjauh dari tubuh Yoshi.
"gomennasai" (maaf) kata wanita itu.
Yoshi pun heran.
"kamu Shinta kan? Katakan kau adalah Shinta."
"ya, dulu saya Shinta, Shinta Natalia."
"maksudmu?"
"aku merubah namaku, Yoshi. Khazna, itulah namaku sekarang. Akutelah masuk islam."
"tapi, kau kembali untuk menemuiku kan? Kau disini untuk memulai cinta kita kan?"
"ya, aku disini untuk menemuimu, untuk memenuhi janjiku padamu. Tapi, maaf, Yoshi. Aku tak bisa meberikan cintaku padamu."
"nande?" (kenapa?)
"aku sudah memberikan cintaku pada Allah."
"siapa dia? Beraninya dia merebutmu dariku!Katakan!"
"Dia adalah Tuhanku."
Yoshi pun bingung...
"lalu, bagaimana dengan cinta kita? Bagaimana dengan aku yang selalu menunggmu? Katakan Shinta!"
"Khazna! Namaku Khazna. Aku pun menunggu, menunggu suatu saat kita bersama. Menunggu, suatu saat kita menjadi muhrim."
"lalu, apa lagi yang kau tunggu? Kita bisa menikah sekarang, kita bisa hidup bahagia, bersama."
"permasalahannya tak sesimple yang kau fikirkan. Aku mempunyai aqidah, kau juga mempunyai aqidah. Tapi, aqidah kita berbeda. Kita tak mungkin bersama."
"baik, bawa aku ke aqidahmu, bawa aku masuk agamamu, bawa aku pada Tuhanmu."
"tidak! Aku tidak ingin kau masuk ke sana karena aku. Aku ingin itu karena hatimu. Hatimu yang memilihnya."
Yoshi pun tertunduk.
"aku disini hanya untuk satu bulan, karena aku secepatnya harus kembali ke Indonesia."
Khazna pun berlalu...
Sebelum ia pergi, ia mengucapkan, "assalammua'laikum."
2 tahun yang lalu...
tahun 2007...
Suatu kejadian penting terjadi dalam hidup Khazna. Ia bermimpi mendengar suara adzan dan lantunan ayat-ayat Al-qur'an. Berkali-kali mimpi itu datang padanya. Lalu, setiap kali ia mendengar adzan, hatinya pun bergetar, namun perasaannya sungguh tenang. Khazna pun tidak mengerti dengan semua kejadian itu. Hingga ia menceritakan hal itu pada seorang temannya yang kebetulan beragama islam. Lalu, Khazna pun di ajak pada seorang ustadz oleh temannya itu. Ustadz itu pun menyatakan bahwa itu adalah hidayah dari Allah. Itu adalah sebuah panggilan baginya untuk memenuhi pintu hidayah, yaitu islam.
Namun, ia pun tak mudah percaya begitu saja. Bahkan, nyaris tak percaya! Namun, kejadian itu terus menghebat, hingga ia pernah menangis mendengar lantunan ayat suci Al-qur'an. Kemudian, ia pu datang kembali pada ustadz tersebut. Tapi, ia ingin mengetahui terlebih dahulu, apa itu islam? Bagaimana islam itu? Sebelum ia masuk islam.
Sungguh, setelah ia tau apa itu islam, bagaimana islam, ia sangat mengagguminya. Itu adalah sebaik-baik agama baginya. Al-qur'an adalah ayat-ayat terindah baginya. Lalu, ia menyatakan diri masuk islam.
Setelah itu, ia mengganti namanya menjadi Khazna Az-Zahra (cantik yang cemerlang). Kemudian, ia memberanikan diri untuk memberitahukan kabar tersebut. Begitu sakit hatinya, ketika seluruh keluarga memaki-makinya, menamparnya, mengusirnya. Bahkan yang paling pedih adalah ketika ia tidak dianggap anak lagi ole ibunya. Sakit sekali rasa itu. Namun, ia tetap bersabar.
Setelah itu, ia tinggal di pesantren ustadz Ihsan. Tapi, ia masih berusaha menjalin silaturrahmi dengan keluarganya. Walaupun, ketika ia datang ke rumahnya, ia selalu diusir.
Hatinya pun semakin teguh. Ia benar -benar ingin menjadi seorang muslimah. Yang hidupnya hanya untuk mengabdi pada Allah. Ia pun bertekad untuk memakai cadar.
Tapi, jauh dalam hatinya ia sangat merindukan lelaki yang ditemuinya di Ibaraki. Lelaki yang dulu pernah mengisi hidupnya. Ia pun berharap bisa menepati janjinya pada lelaki itu.
Hingga suatu hari, datanglah berita dari Universitas Ibaraki untuk mengadakan rapat hubungan kerja sama mereka tentang pertukaran mahasiswa kepada Universitas Gadjah Mada. Khazna pun yang menjadi salah satu dosen di Universitas Gadjah Mada itu pun diutus ole pihak Universitas untuk mewakilinya. Sebenarnya rapat itu hanya berlangsung selama satu minggu, namun ia mengambil keputusan untuk tinggal selama satu bulan disana. Tidak lain keputusannya itu diambil demi lelaki itu, Yoshi.
Sementara itu, Yoshi yang masih tinggal di rumah susunnya itu bingung. Apa yang harus ia lakukan? Meninggalkan agamanya demi wanita yang ia cintai atau meninggalkan wanita yang ia cintai untuk mempertahankan agamanya. Masalah itu pun membawa efek bagi seluuh aktifitasnya. Pekerjaan di kantor pun kacau balau. Akhirnya, ia pun cuti selama dua minggu, untuk menenangkan fikirannya.
Lalu, ia menonton sebuah acara berita yang mengabarkan bahwa di Palestina sedang diserang bertubi-tubi oleh Israel. Tetapi, masyarakat Palestina tetap bertahan untuk mempertahankan negaranya. Jihad fissabilillah, itulah alasan mereka.
Sejak saat itu ia mulai tertarik pada islam. Ia pun mencari sumber-sumber yang bisa ia korek infomasinya tentang islam. Salah satunya internet.
Tapi, dalam internet itu ada yang pro dan ada yang kontra terhadap islam. Ada yang mengatakan islam itu teroris, islam itu rendah dan sebagainya. Namun, di sisi lain ada yang mengatakan islam itu indah. Yoshi pun semakin bingung, mana yang harus menjadi pegangannya? Lalu, ia mencari tentang masyarakat Palestina. Dikatakan dalam sebuah artikael:
Masyarakat Palestina sangat kuat. Mereka teguh pada pendirian mereka, akan menjaga keutuhan negaranya! Meski mereka tidak punya apa-apa untuk melawan zionis Israel, tapi mereka masih mempunyai Allah! Meski darah banyak bertumpahan, meski anak, istri, orang tua, dan sahabat-sahabat mereka banyak yang telah gugur, tapi mereka tak mundur satu langkah pun! Allahuakbar!
Merindinglah Yoshi membaca artikel itu. Tubuhnya gemetar. Ia pun lekas menutup artikel tersebut dan keluar dari internet. 'Apa yang terjadi?' fikirnya. Tubuhnya terus gemetar. Ia pun berselimut untuk menenangkan diri. Namun, saat ia tertidur ia bermimpi mendengar adzan dan lantunan ayat suci Al-qur'an yang dibacakan oleh Khazna. Ia pun terbangun. 'Mengapa, mengapa ia selalu menghantuiku?' fikirnya.
Setelah tenang ia pun berfikir apa maksud dari semua itu? Ia pun berfikir kalau islam adalah agama teroris, bukankah Israel lebih kejam dari Palestina? Lalu, siapakah yang lebih pantas dianggap teroris? Ia pun berfikir kalau masyarakat Palestina yakin dan peraya pada Tuhannya, pasti kepercayaan itu telah ada buktinya. Jika agama islam itu adalah agama teroris, tidak mungkin orang sepintar, selembut, dan sebaik Khazna bisa rela masuk agama itu. Kemudian, terketuklah hati Yoshi untuk masuk islam. Ia pun banyak belajar tentang islam dari internet.
Satu bulan berlalu, hari ini adalah hari terakhir Kazna berada di Ibaraki. Saat Khzna tengah mengeluarkan tas dari kamar tempat penginapannya, dilihatnya seorang laki-laki tengah berdiri di hadapannya. Tak lain laki-laki itu adalah Yoshi.
"asyhadu alla illaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadar rasullallah"
Keluarlah kata-kata itu dari mulut Yoshi.
Khazna pun bergetar mendengarnya, ia menangis...
Tak di sngka orang yang disayanginya telah satu aqidah dengannya.
"Khazna, aku masuk islam di hadapanmu. Aku berjanji akan menjadi muslim yang baik. Aku masuk islam bukan karena kau, tapi karena keyakinanku bahwa islamlah agama yang terbaik."
Khazna masih menangis...
"bersediakah kau mengajariku lebih jauh tentang islam?"
Khazna pun mengangguk
Setelah itu, Yoshi memutuskan untuk pindah ke Indonesia dan keluar dari perusahaan tempat ia bekerja. Nasibnya pun sama seperti Khazna, saat ia memberitahukan pada keluarganya bahwa ia telah masuk islam, ia pun mendapat cemoohan dari seluruh keluargnya.
Di Indonesia, Yoshi belajar agama dengan ustadz Ihsan. Ia pun di ganti namanya menjadi Mohamad Yusuf. Di Indonesia, ia bekerja di sebuah perusahaan swasta. Ia bekerja sambil belajar mendalami agama.
Dua tahun kemudian jadilah ia seorang muslimyang mantap. Setelah itupun, ia dinikahkan ustadz Ihsan dengan Khazna. Setelah itu, hidup mereka sungguh bahagia. Tak lama setelah itu, Khazna pun hamil.
14 April 2016...
Di danau Ibaraki...
Dibawah pohon sakura itu...
Yusuf dan Khazna bersama kedua orang anaknya berkumpul dan berfoto disana...
aishiteru........
ReplyDelete:)
ReplyDelete